Kendari, Aktual21.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara menggelar rapat konsolidasi dalam rangka evaluasi pelaksanaan Pilkada 2024 di Hotel Claro Kendari, Senin (20/1/2024). Pelaksanaannya direncanakan dua hari yakni Senin 20 Januari hingga 21 Januari 2025.
Rapat konsolidasi dihadiri oleh seluruh Komisioner KPU serta 2.022 anggota badan adhoc Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dari 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.
Rapat tersebut dibuka langsung oleh Ketua KPU Sultra Asril. Hadir pula komisioner KPU Sultra lainnya, KPU kabupaten kota se Sultra, perwakilan Forkompimda dan pihak DJPb Sultra.

Ketua KPU Sultra Asril menyampaikan apresiasinya terhadap peserta yang hadir dalam rapat konsilidasi daerah dalam rangka evaluasi pelaksanaan Pilkada 2024. Dimana jajaran komisioner KPU kabupaten dan kota serta sekretariat dan PPK hadir dalam rangka evaluasi.
Dirinya merasa bersyukur dan bangga karena mampu melaksanakan seluruh tahapan Pilkada 2024 dengan baik dan sesuai dengan aturan yang berlaku, meskipun ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, termasuk adanya gugatan di Mahkamah Konstitusi. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat untuk terus bekerja profesional dan menjaga integritas proses pemilu.
Menurutnya, keberhasilan ini adalah hasil dari kerja sama yang solid antara KPU, pemerintah daerah, aparat keamanan, media, dan masyarakat.

“Olehnya itu, Kami mengajak seluruh stakeholder untuk tetap berpegang tangan dan menjaga komitmen ini hingga tahun 2028, demi terselenggaranya pemilu yang lebih baik di masa depan,” tambahnya.
Dalam rapat evaluasi ini, sejumlah aspek teknis dan strategis menjadi perhatian utama, di antaranya adalah peningkatan partisipasi pemilih, distribusi logistik yang lebih efisien, penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) penyelenggara, serta optimalisasi teknologi informasi dalam proses pemilu.
Asril mengungkapkan bahwa Pilkada 2024 di Sultra mencatat angka partisipasi pemilih yang cukup tinggi dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Meskipun demikian, KPU tetap berkomitmen untuk meningkatkan angka partisipasi melalui berbagai program sosialisasi dan edukasi politik kepada masyarakat.

“Partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024 cukup menggembirakan, tetapi kami tidak boleh berpuas diri. Ke depan, kami akan terus berupaya meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam proses demokrasi melalui edukasi politik yang lebih masif dan inklusif,” beber Asril.
KPU Sultra dalam pelaksanaan Pilkada 2024 bekerja sama dengan aparat keamanan untuk memastikan seluruh proses berjalan aman dan kondusif di seluruh wilayah Sultra. Dimana stabilitas keamanan merupakan faktor kunci dalam keberhasilan penyelenggaraan pemilu.
“Kami berterima kasih kepada TNI dan Polri yang telah bekerja keras dalam menjaga keamanan selama proses Pilkada berlangsung. Sinergi yang kuat ini harus terus kita pertahankan demi kelancaran pemilu-pemilu selanjutnya,” katanya.
Selain itu, menurut dia peran media dalam memberikan informasi yang akurat dan objektif kepada publik sangat penting. Media berkontribusi besar dalam menjaga transparansi dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap proses Pemilu.

Diakhir sambutannya, Asril menegaskan KPU Sultra berkomitmen terus memperbaiki kinerja dan menghadirkan pemilu yang lebih baik di tahun-tahun mendatang. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap mendukung penyelenggaraan pemilu yang damai dan berintegritas.
Selanjutnya, rapat dilanjutkan dengan panel pemaparan materi dari sejumlah divisi dari KPU Sultra maupun dari Sekretaris KPU Sultra.
Sekretaris KPU Sultra Syafruddin membawakan materi terkait pemberian hibah Pilkada 2024.
Kadiv Hukum dan Pengawasan Suprihaty Prawaty Nengtias membawakan materi Evaluasi Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024. Kadiv Teknis Penyelenggaraan Pemilu Hazamuddin, Kadiv Amirudin, dan Muhammad Mu’min Fahimuddin.

Kadiv Hukum dalam materinya mengklaim, penyelenggaraan Pilkada Sultra merupakan daerah paling sukses dalam penyelenggaraan pilkada serentak tahun 2024.
Dimana dari 17 kabupaten kota dan provinsi hanya ada 4 daerah yang melaksanakan PSU di Sultra .
“Itu adalah pencapaian sangat luar biasa. Kita apresiasi semua jajaran KPU kabupaten kota hingga PPK dan PPS atas segala kerja kerasnya,” katanya.
Secara keseluruhan, kata dia dari sisi hukum ada yang perlu dievaluasi. Tentunya akan menjadi bahan bagian dari perbaikan dalam penyelenggaraan kedepannya.
Sementara Hazamuddin menyampaikan sejumlah teknis terkait penyelenggaraan pilkada 2024 di 17 kabupaten kota. Baik dari sisi tahapan penyelenggaraan hingga tahapan perhitungan kertas suara.
Keesok harinya, Selasa (22/1/2025) acara dilanjutkan dengan diskusi panel dari perwakilan Formkompimda Sultra baik dari Polda Sultra, Kejati dan Korem. Diskusi diawali dengan pemaparan materi dari masing-masing pamateri berkaitan dengan pelaksanaan pilkada 2024 dari masing-masing sisi. Selanjutnya dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. ADV









