Makassar, Aktual21.com – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Regional Office (RO) 15 Makassar menggelar Rapat Koordinasi Kelompok Kerja (Rakorpokja) bersama Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Sulseltrabar) serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulawesi Selatan, tahun 2026.
Forum Rakorpokja ini memiliki makna yang sangat strategis. Di tengah dinamika ekonomi yang menuntut ketangguhan sektor keuangan nasional, sinergi antar-lembaga bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan. Oleh karena itu, tema yang kita usung hari ini, *“Sinergi Akselerasi Recovery Kredit melalui Lelang dan Upaya Penyelesaian”*, mencerminkan komitmen bersama untuk membangun solusi yang terintegrasi, cepat, dan berkeadilan.
Oleh karena itu Tema dalam acara Rakorpokja tetsebut adalah *SINERGI* Pemulihan Aset Berbasis Restrukturisasi dan Optimalisasi Lelang Negara, SINERGI yaitu Strategic Integration for National Execution of Recovery & Growth Initiative dengan makna Menekankan kolaborasi strategis antara BRI dan DJKN, KPKNL dan BPN dalam percepatan recovery aset melalui restrukturisasi kredit, penyelesaian hukum, dan lelang negara secara optimal dan berkelanjutan.

Acara ini dihadiri oleh RCEO BRI RO 15 Makasssar D. Argo Prabowo, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara SulselTrabar Wibawa Pram Sihombing, Perwakilan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Makassar (Bapak Johanis Buapi dari BPN Toraja Utara), para Kepala KPKNL Sulseltrabar dan Ambon, RRM Head, Bpk2 Area Head, Pinca Koordinator KPKNL, RSR Team, serta seluruh tamu undangan yang berbahagia RM SRC dan RM collection.
D Argo Prabowo mengatakan BRI sebagai lembaga intermediasi nasional memandang bahwa keberhasilan recovery kredit akan sangat ditentukan oleh kualitas kolaborasi antara BRI, DJKN melalui KPKNL, serta BPN sebagai institusi yang memastikan tertib administrasi dan kepastian hak atas aset. Oleh karena itu, forum tersebut menjadi ruang yang sangat penting untuk menyamakan pemahaman, mengidentifikasi kendala operasional, serta merumuskan solusi yang aplikatif dan dapat segera diimplementasikan.
“Kami mengapresiasi kehadiran para pimpinan dari Head Office, Regional Office, Area Office hingga & Brach Office, Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat eksekusi recovery kredit yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan,” katanya.

Melalui rakor pokja ini, pihaknya berharap dapat terbangun kesepahaman yang lebih solid, alur koordinasi yang lebih sederhana, serta langkah-langkah konkret yang mampu mempercepat proses lelang dan penyelesaian kredit bermasalah, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Menurutnya kegiatan berjalan dengan lancar dan menghasilkan rekomendasi strategis yang memberi manfaat nyata bagi institusi masing-masing, serta berkontribusi positif bagi stabilitas sistem keuangan dan perekonomian nasional.
Pihaknya meyakini bahwa keberhasilan recovery kredit tidak dapat dicapai secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi erat antara perbankan sebagai intermediary, DJKN dan KPKNL sebagai pengelola lelang negara, serta BPN sebagai penjaga kepastian hukum atas aset pertanahan.
“Melalui rakor ini, kita berharap dapat menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi operasional, serta merumuskan langkah-langkah konkret yang mampu meningkatkan efektivitas penyelesaian kredit bermasalah secara berkelanjutan,” tuturnya.





















