Munas X Perbamida Dorong Penguatan BPR/BPRS Bangkitkan Ekonomi Daerah

Kendari, Aktual21.com – Musyawarah Nasional (Munas) X Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Milik Pemerintah Daerah (PERBAMIDA) yang berlangsung di Kendari, Sulawesi Tenggara, 11 Desember 2025. Kegiatan itu menjadi momentum strategis untuk menegaskan peran vital Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di daerah dalam menopang pertumbuhan ekonomi dan tumbuh kembang UMKM.

Ketua Panitia Munas PERBAMIDA, Dr. Ahmat, dalam laporannta menyampaikan semangat utama pertemuan kali ini adalah memosisikan BPR/BPRS bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai penggerak utama (prime mover) ekonomi daerah yang berbasis kerakyatan.

​”Hasil Munas ini akan menjadi peta jalan bagi seluruh BPR/BPRS di Indonesia untuk terus meningkatkan kontribusi nyata, memastikan bahwa setiap rupiah pinjaman yang disalurkan benar-benar menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” tutupnya.

​Rangkaian Munas akan dilanjutkan sore hari ini dengan agenda krusial pemilihan Ketua Umum PERBAMIDA periode 2025–2029, yang diharapkan akan membawa visi kepemimpinan baru dalam memperkuat peran BPR/BPRS secara nasional.

etua Umum Perbamida, Sofia Nurkrisnajati Atmaja, menegaskan bahwa peran BPR–BPRS kian strategis bagi ekonomi daerah ditengah dinamika saat ini. Dia menyebut hingga September 2025, terdapat 201 entitas bukan lagi 212 entitas karena terjadi satu dan lain hal dengan total aset Rp 57,273 triliun dan laba berjalan Rp 783,9 miliar.

Dirinya mengklaim hampir seluruh BPR–BPRS BUMD kini berada dalam kondisi sehat. Hanya enam BPR yang modal intinya masih di bawah Rp 6 miliar.

Sofia juga menyebut peran BPR–BPRS dalam penyaluran Kredit Daerah (Kurda) yang disubsidi pemerintah. Di beberapa daerah, bunga Kurda bahkan 0 persen, khusus bagi UMKM yang mendapatkan pendampingan melalui kerja sama dengan OPD setempat.Selain pembiayaan UMKM, Perbamida bersama anggotanya turut mendukung program pemerintah, seperti pembiayaan SPBG, edukasi sanitasi, serta percepatan digitalisasi BPR–BPRS.

“Jika peran setiap BPR–BPRS diatur sesuai kapasitasnya, pelayanan kepada masyarakat akan lebih optimal. Bagi UMKM yang tidak terakomodasi KUR BPD, Kurda BPR bisa menjadi solusi,” katanya.

Sementara, Gubernur Sultra dalam sambutannya yang dibacakan staf Ahli La Ode Fasikin mengapresiasi terlaksana Munas X Perbamida di Kendari. Hal ini menjadi satu kebanggaan tersendiri bagi daerah dan kawan-kawan di BUMD khususnya di BPR.

Munas Perbamida diharapkan menjadi momentum penting bagi lahirnya inovasi dan konsolidasi baru dalam dunia Perbankan milik pemerintah daerah. Sebagai pemerintah daerah, pihaknya terus mendorong BPR dan BPRS melakukan inovasi dan digitalisasi layanan perbankan hingga terus eksis dalam

Ia menyebut sejumlah tantangan masih harus diperkuat, mulai dari peningkatan daya saing, penguatan tata kelola, hingga adaptasi digital. Pemerintah berharap Munas X Perbamida menghasilkan langkah konkret untuk meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas BPR–BPRS.

Pemprov Sultra juga mendorong penguatan sinergi antara BPR/BPRS dengan pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam literasi keuangan, pembiayaan inklusif, dan pemberdayaan UMKM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *