Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan Sekolah, Mahasiswa KKN Tematik UHO Hadirkan Inovasi Smart CCTV Berbasis AI

Kendari – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) sukses melaksanakan program pengabdian masyarakat di Kelurahan Matabubu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, selama periode 7 Juli hingga 7 Agustus 2026. Mengusung semangat inovasi dan pemberdayaan masyarakat, mahasiswa menghadirkan solusi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung keamanan dan keselamatan peserta didik di lingkungan pendidikan anak usia dini.

Program unggulan kelompok KKN Tematik ini “Si Kecil Aman: Implementasi Smart CCTV Berbasis AI untuk Monitoring dan Keselamatan Siswa”, dengan Pembimbing KKN Tematik, Dr. Ir. Muh Yamin, S.T., M.Eng., MTA. Inovasi tersebut diterapkan di RA Ath Thahirah, berada di bawah naungan Yayasan Islamic Center Abu Thalhah Al-Anshari, sebagai bentuk implementasi teknologi cerdas dalam mendukung sistem pengawasan peserta didik secara lebih efektif dan efisien.

Pengembangan Smart CCTV dilakukan melalui serangkaian tahapan yang sistematis, mulai dari observasi lapangan dan identifikasi kebutuhan, analisis permasalahan, perancangan sistem, persiapan perangkat dan infrastruktur, pengembangan fitur kecerdasan buatan, integrasi sistem, pengujian, hingga sosialisasi dan serah terima kepada pihak yayasan.

Seluruh proses dirancang agar sistem mampu memberikan layanan monitoring secara real-time sebagai pendukung tugas guru dalam mengawasi aktivitas peserta didik. Meskipun demikian, teknologi ini dirancang sebagai alat pendukung dan bukan pengganti pengawasan langsung oleh guru. Keputusan dan tindakan terhadap setiap kondisi yang terdeteksi tetap berada di tangan tenaga pendidik sebagai pengambil keputusan utama.

Selain program utama berbasis teknologi, mahasiswa KKN Tematik juga melaksanakan berbagai program pendamping yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan masyarakat. Program nonfisik meliputi sosialisasi mengenai bahaya bullying, edukasi penggunaan gawai secara bijak, penyuluhan tentang kelestarian laut, serta pendampingan kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik RA Ath Thahirah.

Sementara itu, program fisik diwujudkan melalui pembuatan dan pengecatan mural edukatif, pemasangan plang, penataan tanaman hias, kegiatan kebersihan lingkungan, serta perbaikan berbagai sarana dan prasarana sekolah. Berbagai kegiatan tersebut bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, bersih, dan menarik bagi anak-anak.

Selama satu bulan pelaksanaan pengabdian, Kelompok KKN Tematik berhasil merealisasikan sebanyak 83 kegiatan yang terdiri atas program utama, program pendamping fisik, program pendamping nonfisik, serta kegiatan penunjang dan pengelolaan posko. Capaian tersebut mencerminkan tingginya partisipasi mahasiswa dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui pendekatan multidisiplin yang mengintegrasikan teknologi, pendidikan, sosial, dan lingkungan.

Secara keseluruhan, pelaksanaan KKN Tematik menunjukkan bahwa sinergi antara inovasi teknologi dan kegiatan pengabdian masyarakat mampu memberikan manfaat yang nyata bagi mitra. Program Smart CCTV berbasis AI memberikan kontribusi pada aspek keamanan, monitoring, dan transformasi digital di lingkungan sekolah, sedangkan berbagai program pendamping memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas lingkungan sekolah, proses pembelajaran, serta pemahaman peserta didik mengenai isu sosial dan lingkungan.

Dr. Ir. Muh Yamin, menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN Tematik ini menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menghubungkan hasil pengembangan teknologi dengan kebutuhan masyarakat.

“Melalui penerapan Smart CCTV berbasis AI, mahasiswa tidak hanya mengembangkan inovasi teknologi, tetapi juga menghadirkan solusi yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. Harapannya, teknologi ini dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu bentuk transformasi digital di lingkungan pendidikan anak usia dini,” ujarnya.

Keberhasilan KKN Tematik diharapkan menjadi contoh bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga pendidikan, yayasan, dan masyarakat dapat menghasilkan inovasi yang berdampak nyata. Pendekatan yang mengombinasikan teknologi, pendidikan, sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperkuat budaya pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *